Benarkah Tahun Ini Musim Kemarau Lebih Kering?

Hallo Luluk's Updaters, Minggu ini, Luluk's Update menemukan banyak hal menarik. Sudah penasaran pastinya ya.

Mau tahu apa saja yang ditemukan Luluk Update pada pemberitaan media edisi 1-7 Juli 2019 ini ?

Nah, salah satu pemberitaan yang muncul adalah pernyataan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dari 2018. Puncak musim kemarau diprediksi pada Agustus mendatang. Cuaca panas juga berpotensi memperburuk kualitas udara di perkotaan.

Musim kemarau 2019 dipengaruhi fenomena el nino, meskipun intensitasnya kecil. BMKG juga menyebut suhu daratan Indonesia akan naik 0,2 derajat hingga 0,3 derajat Celcius pada 2020 – 2030 dibandingkan pada kurun waktu 2005 - 2015. Wilayah yang diperkirakan mengalami kenaikan suhu tertinggi pada 2020 - 2030 adalah Sumatera Selatan, bagian tengah Papua, dan sebagian Papua Barat.

Selain pemberitaan tersebut, Luluk's Update juga menemukan pernyataan Menko Perekonomian yang menyebut bahwa pemerintah sedang memfinalkan pelepasan hutan seluas 110.000 ha dan telah menerima usulan pelepasan lahan tambahan 200.000 ha. Pemerintah juga berjanji akan berlangsung cepat, sehingga pemberian lahan kepada masyarakat bisa segera terlaksana.

Namun pelaksanaannya tidak bisa serentak karena membutuhkan verifikasi dan perubahan tata batas wilayah Dipastikan ini hanya untuk masyarakat kecil dan tidak untuk pengusaha.

Dalam kasus ini, Menteri LHK mengatakan sebanyak 980.000 ha lahan hutan telah selesai disertifikasi dan akan didistribusikan kepada masyarakat. Lahan tersebut berasal dari kawasan hutan negara yang menganggur. Untuk urusan teknis pendistribusian dan cara mengelola, pemerintah daerah yang akan melaksanakannya. Namun akan dilakukan sosialisasi oleh Menko Perekonomian dan beberapa menteri lain.

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa langsung unggah bahan Luluk Update di bawah ini ya.


Silahkan download file yang berkaitan dibawah ini:

 Pemberitaan Media Edisi Minggu I Juli 2019.pdf