Trump Ingin Tarik Amerika dari Perjanjian Paris, Apa Kata Dunia?

Apa jadinya ya jika Presiden Amerika Donald Trump ingin menarik Amerika dari Perjanjian Paris (Paris Agreement) ?


Apakah menurut sobat Luluk’s Upadate dampaknya akan signifikan terhadap komitmen iklim secara global?


Pekan ini, Luluk’s Upadate menemukan pemberitaan media yang cukup menarik terkait dengan komitmen negeri Paman Sam terhadap krisis iklim global. Sejatinya, dalam dua tahun terakhir Donald Trump sendiri telah menyatakan bahwa dirinya ingin menarik Amerika dari Perjanjian Iklim Paris. 


BACA JUGA : BPDLH SEBAGAI INSTRUMEN PENDANAAN REDD+


Namun, proses untuk mengeluarkan  Amerika dari perjanjian tersebut butuh waktu satu tahun. Oleh karena itu, Amerika sendiri sampai sekarang tidak dapat keluar sampai pemilihan presiden tahun 2020. Perjanjian Paris dapat dikatakan sangat sakral karena ditandatangani hampir 200 negara yang memiliki tujuan untuk mengurangi atau mengendalikan polusi yang mengendap di atmosfir.


Negosiasi perjanjian iklim yang dilakukan pada 2015 itu didorong oleh AS dan China. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 4 November 2016. Salah satu ketetapan dalam perjanjian tersebut mengatakan tidak ada negara yang dapat menarik diri dalam tiga tahun pertama.


Pada pekan ini, Amerikaa baru dapat memulai proses penarikan diri. Prosesnya dimulai dengan mengirimkan surat ke PBB. AS belum resmi keluar satu tahun setelah itu. Artinya satu hari setelah pemilihan presiden tahun depan. Setelah keluar nantinya, Amerika akan menjadi satu-satunya negara yang tidak terikat oleh Perjanjian Paris.


Pasti sobat Luluk’s Update pada penasaran kan dengan bagaimana kelanjutan isu ini, oleh karena itu, materi pekan ini, tersedia dan dapat diunduh dengan cuma-cuma alias gratis tis tis…


Sampai bertemu di Luluk’s Update pekan depan ya.


Silahkan download file yang berkaitan dibawah ini:

 Pemberitaan Media Edisi Minggu II November 2019.pdf