Apa Kabar Komitmen Iklim Dunia?

Pekan ini, media semakin santer menyorot isu penanganan krisis iklim menjelang konferensi perubahan iklim COP25 yang akan diadakan di Madrid 2-13 Desember 2019.


Terkait dengan hal ini, Luluk’s Update menemukan pemberitaan mengenai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang akan mendorong peningkatan ambisi negara baik dalam mengisi celah dan pencapaian target di bawah 2 derajat maupun dalam penyediaan dukungan di semua sektor strategis.


BACA JUGA : 1.253 PERUSAHAAN BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP GAS BERACUN KARHUTLA


Indonesia sendiri memiliki misi di COP25 ini, misi tersebut yakni memperjuangkan kepentingan Indonesia dan berkontribusi pada upaya global, termasuk dalam pembahasan pengaturan rinci Modalities, Procedures and Guidelines (MPGs) untuk pelaksanaan Paris Agreement, dan mendorong perundingan fokus pada penyiapan dan penyampaian modalitas dan bimbingan yang dapat memfasilitasi aksi, serta memastikan bahwa tidak hanya pencapaian target, tetapi juga mempertimbangkan keberagaman dari negara berkembang.


Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan China mulai menjauh dari komitmen iklim dunia. Mengapa hal ini bisa terjadi?


Hasil penelitian UNEP, Institut Lingkungan Stockholm, Institut Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan, Institut Pengembangan Luar Negeri, dan Pusat CICERO untuk Penelitian Iklim dan Iklim Internasional dan Analisis Iklim menunjukkan China dan AS berencana memproduksi bahan bakar fosil pada 2030 pada tingka antara 50-120 persen di atas target Perjanjian Paris.


Penasaran dengan pemberitaan lainnya? Kalau penasaran, sobat Luluk’s Update dapat mengunduh materi Luluk’s Update pekan ini di tautan di bawah ya. Semoga bermanfaat.

 


Silahkan download file yang berkaitan dibawah ini:

 Pemberitaan Media Edisi Minggu IV November 2019.pdf