Pentingnya Memahami Perubahan Iklim

Transisi pergantian tahun dari 2019 ke 2020 di Indonesia ditandai dengan bencana banjir di berbagai daerah yang cukup membuat memilukan. Selain kegagapan pemerintah dalam menghadapinya, bencana banjir juga disebut sebagai dampak nyata dari krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan.


Hal ini jelas berbanding terbalik dengan hasil perundingan dari konferensi iklim COP25 di Madrid awal Desember 2019 yang dianggap sangat mengecewakan.


BACA JUGA : Catatan Hutan Indonesia 2019


Terkait dengan krisis iklim tersebut, pekan ini Luluk’s Update membahas hasil konferensi tingkat tinggi tersebut yang dianggap sangat mengecewakan. Faktanya, konferensi yang begitu ditunggu-tunggu, berakhir tanpa terobosan.


Deklarasi terakhir hanya menyerukan proposal baru tentang janji pengurangan emisi karbon pada COP26 tahun depan. Deklarasi tersebut juga menyerukan lebih banyak ambisi untuk menutup kesenjangan antara janji emisi yang ada dan tujuan dari perjanjian iklim Paris 2015.


Hasil akhir KTT itu hanya berbunyi, "menyatakan keperluan yang mendesak terhadap lahirnya kesepakatan untuk memangkas emisi karbon yang terjadi saat ini dengan tujuan Perjanjian Paris yang menginginkan membatasi kenaikan suhu global di bawah dua derajat Celcius".


Hasil tersebut jelas dianggap banyak pihak kurang mengikat dan cenderung mengambang terhadap sejumlah negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia untuk memangkas tingkat polusi guna menghambat perubahan iklim.


Tidak ayal pula peristiwa krisis iklim dan kekecewaan dari COP25 menjadi sinyal kepada banyak pihak bahwa memahami perubahan iklim dan segala peristiwanya yang begitu kompleks sudah menjadi sebuah keniscayaan.


Untuk lebih jelasnya tentang hasil pantauan Luluk’s Update pekan ini, sobat sekalian dapat mengunduh bahan Luluk’s Update di bawah ini ya. Semoga bermanfaat.


Silahkan download file yang berkaitan dibawah ini:

 Pemberitaan Media Edisi Minggu II Januari 2020.pdf