5 Kebiasaan Yang Bisa Menyelamatkan Hutan, Nomor 4 Kamu Banget

Siapa bilang menyelamatkan hutan itu susah? Kamu aja mungkin yang berfikir begitu. Toh, menyelamatkan hutan bisa kamu mulai dengan hal-hal kecil kok.


1. Kendalikan Pemakaian Tisu dan Kertas



Berhenti menggunakan tisu dan kertas memang sulit, apalagi yang rutin menggunakan skincare. Pakai tisu boleh saja, asalkan tetap bijak dalam penggunaanya, misalkan usahakan menggunakan tisu cukup satu lembar saat mengeringkan wajah atau tangan. Begitupun dengan penggunaan kertas, usahakan menggunakan kedua sisi kertas dan manfaatkan kertas bekas.

Dengan bijaksana menggunakan tisu dan kertas, kamu turut menjaga kelestarian hutan karena tisu dan kertas berasal dari hutan. Ingat, jangan berlebihan ya.


2. Enggak Buang Sampah Sembarang Apalagi di Sungai



Tahukan kalau sungai bermuara di laut? Artinya sampah yang dibuang di sungai akan terbawa arus air sungai ke laut. Selain sampah di lautan akan membahayakan bagi ekosistem laut, sampah dari sungai juga bisa menyangkut di akar mangrove, dan bisa menghambat pertumbuhan mangrove bahkan bisa membuat mangrove mati.

Hutan kita tidak hanya hutan tropis, tetapi ada juga hutan di garis pantai yaitu hutan bakau atau hutan mangrove yang tidak kalah pentingnya.

Selain mengendalikan sampah, bagaimana kalau kita daur ulang sampah kita aja?


BACA JUGA : Madani Monthly Update On Indonesia Political Situation January 2020


3. Pakai Kotak Makan Saja



Meskipun sudah membawa kotak makan, ternyata pedagang tetap membungkus pakai plastik, styrofoam atau pembungkus kertas. Pembungkus kertas memang lebih cepat terurai dari plastik dan styrofoam, tapi jangan salah pembungkus kertas berasal dari pohon dan harus kita kurangi penggunaanya. Namun sayang masih ada penjual yang belum paham, justru itu saat yang tepat untuk kamu bilang “maaf kak, saya bawa kotak makan untuk lingkungan yang lebih sehat”.

Mulai sekarang, jangan ragu menyampaikan supaya pedagang juga bisa belajar dari kamu! Kamu jangan lupa membawa kotak makan ya!


4. Gunakan Media Sosial untuk Lindungi Hutan



Dulu kala, peradaban dimulai dengan berburu, bertani, lalu manusia berterima kasih dengan alam, tapi sekarang kita sudah semakin jauh dengan alam. Sekarang membahas pentingnya lingkungan kian susah karena segala sesuatu hampir dimudahkan dengan teknologi. Yuk, jangan lagi ada kejadian besar dulu baru kita cari tahu dan nyebarin informasinya di sosial media. Sekarang sudah 2020, saatnya kita bagikan informasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hutan, supaya kita tidak semakin jauh dari alam, dan lebih banyak lagi orang yang peduli hutan.

Salah satunya kamu bisa bagikan informasi ini di sosial media kamu.


5. Bukti Transaksi Dikirim Ke Email Saja



Apakah kamu pengkoleksi kertas struk belanja di dompet? Sekarang sudah saatnya kamu mulai kurangi mengkoleksi kertas struk. Karena tidak hanya berasal dari pohon, kertas struk atau kertas thermal ternyata sulit untuk didaur ulang, kertas struk juga dilapisi dengan BPA (Bisfenol A) dan BPS (Bisfenol S) yang bisa membawa dampak negatif untuk kesehatan.

Hati-hati ya, lebih baik sampaikan, “kak untuk ramah lingkungan, struknya di email saja ya”.


Ada Kesempatan Ni Buat Kamu : We Need : Digital Communication Yayasan Madani Berkelanjutan


Untuk peduli pada hutan, tidak harus tinggal di pedalaman, tidak harus menunggu terjadinya suatu bencana, dan tidak harus menjadi aktivis lingkungan, serta tidak harus menunggu hebat dengan segudang prestasi. Dimanapun dan kapanpun, kita tetap bisa peduli dan menjaga keberlangsungan hutan melalui hal sederhana, seperti berkomitmen untuk beraksi melakukan apa yang disampaikan pada informasi sebelumnya.