Peluang dan Tantangan RAN Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Perbaikan Tata Kelola Perbaikan Kelapa Sawit Indonesia



Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) belum mengakomodasi rekomendasi dari laporan KPK tahun 2016 tentang pengelolaan komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Surya dalam acara Breakfast Meeting yang mengangkat tema “Peluang dan Tantangan RAN Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Perbaikan Tata Kelola Perbaikan Kelapa Sawit Indonesia” yang diselenggarakan pada Selasa, 18 Februari 2020, di Jakarta Pusat.


BACA JUGA : Peluang dan Tantangan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan


Acara diskusi ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono dan Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Muhammad Saifullah, kemudian, perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dihadiri oleh Kompartemen Sertifikasi ISPO Bidang Implementasi ISPO GAPKI, Ismu Zulfikar, serta beberapa perwakilan organisasi masyarakat sipil seperti Kemitraan, Sawit Watch, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan beberapa organisasi lainnya.