Yayasan Madani Berkelanjutan, KLHK, dan YMP Sulteng Komitmen Kembangkan Role Model ProKlim Desa Lampo

Jakarta, 22/08/2019, Delly Ferdian

www.madaniberkelanjutan.id : [Jakarta,MadaniNews] Untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia melalui penguatan perhutanan sosial, Yayasan Madani Berkelanjutan bersama Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, Direktorat Pengendalian Perubahan Iklim dan Direktorat Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berkomitmen untuk mengembangkan role-model Program Kampung Iklim (ProKlim).


Strategic Development Director Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad, menyebut bahwa role model Proklim akan dimplementasikan di dua desa di Indonesia yakni Desa Lampo yang berada di Kecamatan Banawa Tengah, Donggala, Sulawesi Tengah, dan Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.


Program ini sejatinya adalah program yang mengawinkan antara perhutanan sosial dan perubahan iklim, sebagai salah satu bentuk kontribusi kita terhadap NDC Indonesia. Kita juga berharap, kesuksesan program ini akan dicontoh oleh banyak desa di Donggala dan juga di Indonesia". Hal tersebut disampaikan Nadia dalam rapat kordinasi dan persiapan pemetaan kondisi awal berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh Yayasan Madani Berkelanjutan, KLHK, dan Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah, pada 20-21 Agustus 2019.


Rapat kordinasi ini bertujuan untuk mempersiapkan penyusunan profil kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim di Desa Lampo, persiapan identifikasi sumber emisi dan potensi separan karbon yang ada di lokasi, review Rencana Pengelolaan Hutan Desa (RPHD) serta mensinergikan kegiatan-kegiatan adaptasi dan perubahan iklim dengan tata kelola perhutanan di LPHD Lampo.


Program Officer Klima Madani Berkelanjutan, Yosi Amelia mengatakan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Dan tahun ini, Desa Lampo menjadirole-model ProKlim.


Dengan implementasi di Desa Lampo, ProKlim diharapakan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan kepentingan lingkungan khususnya melalui pemanfaatan perhutanan sosial.


Direktur Kemitraan Lingkungan, Ditjen PSKL, KLHK, Jo Kumala Dewi optimis dengan ProKlim ini. Ia mengatakan bahwa selama ini belum ada percontohan untuk program perhutanan sosial yang terintegrasi dengan program pro iklim.


Selama ini, kita (KLHK) belum memiliki cerita terkaitprogram perhutanan sosial yang bersinergi dengan ProKlim. Saya melihat ini adalah peluang, dan Desa Lampo menjadi contoh. Dan kita perlu terobosan untuk menyukseskan program ini” ujarnya.


Sementara itu,Sir Leyf Evan Cryf, pendamping Desa Lampo di Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa program ini sangat menarik karena sesuai dengan visi Donggala Hijau. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat serta peningkatan kapasitas SDM, program ini juga dapat membantu pelestarian lingkungan”, ujar Evan. [ ] 11.jpg10.jpg6.jpg8.jpgMateri Narasumber tersedia di tautan di bawah ini.