Model Ekonomi dengan Eksploitasi SDA Rentan Goncangan

Koran Jakarta, Jakarta - Model pembangunan ekonomi dengan bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam (SDA) sangat rentan terhadap goncangan. Model pembangunan ekonomi tanpa merusak lingkungan yang dibutuhkan. Diperlukan transformasi model pembangunan secepatnya.


Pembangunan ekonomi Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Model ini sangat rentan terhadap goncangan, sehingga harus segera bertransformasi," kata Nadia Hadad, Direktur Program Yayasan Madani Berkelanjutan, di Jakarta, Minggu (26/7).


BACA JUGA: Teknologi Peningkatan Nilai Tambah Produk, Bisa Tekan Kebakaran Hutan


Menurut Nadia, dampak dari model pembangunan yang ekstraktif sudah tampak di depan mata. Ia contohkan dampak dari model ekonomi yang mengeksploitasi SDA seperti kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun terjadi. Walaupun kejadian kebakaran hutan yang terjadi pada tahun belakangan ini tidak seekstrim tahun 2015, tapi dibandingkan antara tahun 2018 dan 2019 terjadi kenaikan yang sangat signifikan dari 720 kejadian menjadi sekitar 3.700 kejadian kebakaran. 


Ditambahkannya, kondisi pandemi Covid-19 yang dirasakan saat ini adalah goncangan terkini bagi perekonomian dunia. Dalam Global Risks Report 2020, diprediksi pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia bisa mencapai 0 persen pada akhir tahun 2020. Namun, risiko yang lebih jangka panjang terhadap ekonomi global adalah permasalahan lingkungan, termasuk hilangnya ekosistem seperti hutan alam, gambut, dan mangrove, dan kegagalan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.


Terkait pemulihan ekonomi nasional, fokus pemerintah ditekankan pada sektor kesehatan, ketahanan pangan, bantuan ekonomi dan sosial. Perlu dipastikan bahwa pemulihan ekonomi nasional yang dijalankan bisa memperkuat pondasi ekonomi Indonesia untuk bertransformasi menjadi lebih berkelanjutan dan tidak merusak hutan," ujarnya.


BACA JUGA: Intensitas Emisi Diproyeksikan Turun 22 Persen dengan Pelaksanaan LCDI 


Selain itu, kata Nadia, dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disediakan oleh pemerintah sekitar 695,2 triliun rupiah, belum secara eksplisit menyinggung tentang transformasi ekonomi. Maka yang jadi pertanyaan, apakah paket stimulus yang sudah dibuat dan dianggarkan oleh pemerintah sudah dapat mengatasi ancaman-ancaman yang sedang dihadapi saat ini? 


Kondisi saat ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengubah arah pembangunan ekonomi Indonesia, masih ada kesempatan untuk changing course untuk bertransformasi menjalankan sustainable development. Harapannya arah pembangunan tidak lagi bertumpu pada eksploitasi SDA dan lebih memprioritaskan pada pemulihan dan perlindungan lingkungan," kata Nadia. ags/N-3


Artikel ini adalah liputan media yang mengutip 1000 Gagasan Ekonomi Tanpa Merusak Lingkungan yang terbit di Koran Jakarta pada Minggu 26/7/2020 | 16:25.