1000 Gagasan: Lenny

Lenny, wanita kelahiran Jambi, memiliki perhatian tinggi terhadap fenomena limbah fesyen. Di tengah kesibukannya sebagai wiraswasta, Lenny menyempatkan menyumbangkan gagasannya dalam seri 1000 Gagasan Ekonomi tanpa Merusak Lingkungan yang ia beri tajuk Gerakan Tukar Baju.


Menurutnya, kegemaran setiap orang terutama wanita untuk mengikuti tren fast fashion memiliki harga tak terlihat yang harus dibayarkan pada lingkungan yang cukup tinggi. Di balik kegemaran seseorang untuk memadupadankan busana untuk tampil  menarik menyebabkan masa  hidup pakaian menjadi sangat pendek dan berujung menjadi sampah yang menumpuk. Dalam gagasannya, Lenny juga mencantumkan berbagai riset yang menunjukkan bahwa salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia adalah limbah mode - yang angkanya diprediksi akan terus meningkat apabila tidak diberlakukan perubahan. 


Sebagai salah satu negara dengan pergerakan fesyen paling cepat di Asia Tenggara, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan kita dari fenomena banyaknya limbah fesyen adalah dengan cara mengikuti Gerakan Tukar Baju. Lenny menambahkan, gerakan ini merupakan sebuah inisiasi untuk memperpanjang usia pakaian dengan cara menukarkannya dengan pakaian orang lain, dan sudah dijalankan oleh Zero Waste pada tahun 2019 sebagai solusi sampah fashion dan limbah tekstil. Gerakan ini diharapkan mampu mengurangi limbah tekstil dan disaat bersamaan juga dapat mengurangi jejak karbon seseorang. 


BACA JUGA: 1000 Gagasan: Alek Karci Kurniawan


Selain itu, Lenny menganggap bahwa maraknya produk fast fashion sedikit banyak juga dipengaruhi atas tingginya permintaan pasar. Untuk itu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara menumbuhkan kesadaran diri serta mengedukasi orang sekitar untuk menerapkan konsep slow fashion/sustainable fashion seperti dengan bergabung dengan gerakan yang ada tersebut. 


Harapan Lenny dari konsep gerakan tukar baju ini, dapat meningkatkan kesadaran lebih banyak orang dan menjadi roda penggerak bagi semua sektor untuk lebih mawas diri akan dampak negatif pada lingkungan penggunaan produk fesyen dan garmen berlebihan.