1000 Gagasan: Mersondy Adrian

Mersondy Adrian, atau yang lebih akrab dipanggil Adrian, merupakan mahasiswa tingkat akhir dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara. Sebagai seorang mahasiswa, Adrian tentunya sadar dan mengikuti arus perkembangan zaman. Menurutnya, di era disrupsi sekarang menstimulasi manusia untuk memaknai kembali peran manusianya di lingkungannya. Untuk itu, dalam seri 1000 Gagasan tanpa Merusak Lingkungan, Adrian turut berkontribusi mengirimkan tulisannya yang ia beri judul Humanis nan Harmonis


BACA JUGA: 1000 Gagasan: Delly Ferdian


Adrian membuka tulisannya dengan paragraf sebagai berikut, “Sebuah momen di mana pemikiran serta tindakan khalayak terpukul telak hingga terkoyak, yaitu dengan hadirnya pandemi covid-19. Entah kehadirannya merupakan cara alam merespon berbagai ulah penghuninya atau memang disengaja oleh makhluk yang katanya wise species itu sendiri. Terlepas dari hal tersebut sejauh jangkauan pandangan kaca mata pribadi, saya melihat hal ini merupakan objek sebagai sebuah refleksi serius dan pengalaman berharga sebagai momentum untuk melihat kembali hubungan kita antar sesama ciptaan-Nya. Dan jika pengalaman adalah guru terbaik, mulai sekarang dan mungkin seterusnya, pandemi ini merupakan analogi tersebut yaitu sebagai guru yang memberikan begitu banyak pelajaran untuk dimaknai sebagai modal untuk hari-hari berikutnya.” 


Tak kalah dari paragraf pembukanya yang menggelitik, gagasan Adrian yang ia tuangkan dalam tulisan sepanjang kurang lebih 800 kata mengajak pembaca untuk mengerjakan PR bersama dalam memaknai kembali peran manusia yang hampir setiap hari melakukan kegiatan yang destruktif bagi lingkungan manusia itu sendiri tinggal.