Konsep Ekonomi Lingkungan Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Sebelumnya program Siap Darling telah melakukan penghijauan di Kompleks Candi Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo Penghjauan Benteng Van Den Bosch di Ngawi dan juga Taman Wisata Alam (TWA) Kawah

Pengertian lingkungan menurut Undang-Undang pengelolaan Lingkungan Hidup No.23/1997 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Maka pengertian sosial-ekonomi lingkungan berarti bagaimana kegiatan pengelolaan dan memanfaatkan sumber daya alam khususnya agroforestri sedemikian rupa sehingga fungsi atau peranan lingkungan dapat dipertahankan atau bahkan dapat ditingkatkan dalam penggunaannya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan dan dalam waktu jangka panjang. 


Pada waktu titik tertentu sistem ekonomi akan berisi kemampuan teknologi kegiatan produksi, distribusi, dan komunikasi. Faktor teknologi tersebut membuat kondisi di mana sumber daya alam di luar kemampuan unsur alaminya, dan terjadi degradasi lingkungan. Hal ini mendorong terjadi memburuknya lingkungan yang menimpa ekonomi lokal, nasional, dan bahkan internasional di berbagai tingkatan. 


BACA JUGA: Pembangunan Berkelanjutan 


Dari titik pandang ekonomi yang sempit, lingkungan merupakan sumber bahan baku alam dan energi. Pada saat penduduk dunia dan skala kegiatan ekonomi masih relatif kecil dibanding melimpahnya sumber daya alam maka masih dapat memberikan jaminan ketersediaan. Dengan perkembangan kemajuan industri modern maka ketegangan dan stres lingkungan yang berupa; pencemaran lingkungan kota, perairan dan udara, degradasi hutan dan sumber daya alam lainnya yang menyebabkan terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan dan kelangkaan air, karhutla, sampai pada kekurangan bahan makanan, gangguan kesehatan dan penyakit serta kemiskinan yang sudah menjadi fenomena yang tampak di seluruh sistem ekonomi dan seluruh kehidupan baik terjadi pada masyarakat miskin maupun kaya. 


Ketidakpastian selalu terjadi, yang ditimbulkan oleh sifat interdependensi global yaitu antara kecenderungan pertumbuhan ekonomi dan dukungan sistem lingkungan. Berbagai konsekuensi yang akan dihadapi ialah masih sulit memperkirakan resiko yang akan dihadapi manusia sebagai akibat fenomena lingkungan. Penggunaan sumber daya dan mekanisme lingkungan yang sewenang-wenang untuk mengasimilasi limbah merupakan ancaman yang serius untuk keberlanjutan kehidupan peradaban di muka bumi. Meningkatnya kelangkaan sumber daya dan semakin hilangnya kesenangan lingkungan yang diperlukan akan mengurangi kualitas hidup (Randall, 1981). Berbagai jalan keluar masalah lingkungan dan sumber daya yaitu ditemukannya deposito serta teknik eksploitasi yang efisien yang membawa tingkat deposito ke dalam produksi yang lebih rendah bagi sumber daya yang tidak dapat diperbarui.


Pembangunan hanya dapat berkelanjutan bila ada keharmonisan hubungan antara ekonomi, lingkungan, dan pengelolaan sumber-sumbernya. Bahwa antara kegiatan ekonomi dan pengelolaan lingkungan selalu berinteraksi satu sama lain. Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai apabila proses tersebut dapat berkelanjutan yaitu dalam memanfaatkan sumber daya alam baik yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui dengan tidak didegradasi. 


Konsep Ekonomi Lingkungan dapat disimpulkan bahwa dalam memanfaatkan sumber daya alam harus diarahkan pada upaya peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat, pencapaian pertumbuhan ekonomi dan mengembalikan fungsi lingkungan. Sehingga hubungan keterkaitan antara upaya pencapaian dan peningkatan target pertumbuhan ekonomi, pengentasan masyarakat dari kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi dan upaya untuk melestarikan Lingkungan merupakan tujuan yang saling mendukung untuk jangka panjang.


Pembangunan Berkelanjutan


Pembangunan yang berkelanjutan dan keterkaitan antara lingkungan dan ekonomi telah menjadi konsep yang penting bagi pengambil keputusan di Indonesia. Perdebatan diawali dengan adanya keterbatasan terhadap agenda dan rencana besar pembangunan. Kita perlu mendiskusikan tentang apakah keberlanjutan agenda besar pembangunan ini dapat menyebabkan penderitaan akibat terjadinya degradasi lingkungan dan kerusuhan sosial? Sehingga yang menjadi pokok pikiran saat ini ialah untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi maka diperlukan untuk mempertimbangkan keberlanjutan. 


BACA JUGA: Mengembangkan Pariwisata Halal Berkelanjutan


Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan yang berkelanjutan tidak hanya didukung oleh aspek fisik saja tetapi juga lingkungan sosial yang dapat memberikan kemungkinan dukungan kehidupan yang akan datang. Pandangan saya ini mengacu pada  Porritt 1984 (dikutip oleh Pezzey,1992) yang memberi definisi bahwa “all economic growth in the future must be sustainable: that is to say, it must operate within and not beyond the finite limits of the planet”. Bahwa pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang harus berkelanjutan yaitu beroperasi dalam batas yang dapat diperkenankan dan tidak melampaui batas kemampuan bumi. Sebagaimana dua kategori penentu keterbatasan pertumbuhan di bumi yaitu fisik yang mendukung psikologi dan kegiatan industri yang berupa; makanan, bahan baku, bahan bakar, bahan pembangkit energi dan sistem ekologi bumi yang dapat menyerap limbah serta daur ulang bahan kimia dasar yang penting.


Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus dapat menunjukkan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan cara tidak menguranginya dan merusaknya atau juga tidak mengurangi fungsinya untuk kemanfaatan dan kepentingan generasi masa yang akan datang. Untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, pemanfaatannya harus mempertimbangkan ambang batas yang dapat diperbolehkan supaya penipisan sumber daya tersebut dapat diperlambat. Untuk membangun tanpa merusak lingkungan dan sistem pengelolaan sumber daya alam yang memberikan kontribusi besar dan efektif dalam mencapai proses pembangunan yang berkelanjutan harus diawali dengan proses analisis dampak serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam pembangunan. Maka, berbagai rekomendasi kebijakan ataupun keputusan dalam merumuskan arah pembangunan harus melibatkan para ahli sosial ekonomi dan lingkungan. Dan dalam pengelolaan hutan yang akan datang agar memperbaiki faktor-faktor internal dan terciptanya suasana eksternal yang menunjang yaitu mengganti sistem konvensional, salah satunya dengan sistem Reduced Impact Logging yang akrab Lingkungan


Konsep ekonomi dalam pembangunan yang berkelanjutan ini diharapkan dapat memfasilitasi persoalan lingkungan yang terjadi. Pembangunan berkelanjutan (Sustainable development) merupakan paradigma pembangunan yang berkaitan langsung dengan keseimbangan alam atau lingkungan. Dan menurut Panayotou, hubungan antara ekonomi dan ekologi merupakan hal penting dalam pembahasan pembangunan berkelanjutan itu sendiri. 


Oleh: Muhammad Gilang Alifandri Hasanuddin

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Hasanuddin