Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi memberikan sambutan virtual dalam Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaptation Summit (KTT CAS) 2021, Senin (25/01/2021).

SURAT TERBUKA

Jakarta, 22 April 2021

Kepada

Bapak Ir. H. Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta


Dengan hormat,


Pertama-tama, kami mengapresiasi niat dan upaya Bapak untuk menghadiri undangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Leaders Summit on Climate 2021. Bapak Presiden yang terhormat, kami sangat berharap Indonesia mampu menjadi inspirasi dan contoh bagi negara-negara lain di dalam forum tersebut untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan Indonesia dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi iklim. Kami menghargai hal-hal positif yang sudah dicapai pada beberapa tahun terakhir seperti deforestasi Indonesia yang menurun dan adanya pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Kami percaya bahwa pemerintahan Bapak masih berniat memenuhi komitmen Paris.


BACA JUGA: Surat Terbuka untuk Joe Biden


Sebagai bagian dari Rakyat Indonesia yang berjuang bersama Bapak untuk mencegah bahaya krisis iklim terhadap kehidupan rakyat dan pembangunan bangsa, kami memohon kepada Bapak untuk menggunakan kesempatan ini guna menegaskan kembali kepemimpinan Indonesia dalam upaya global untuk mengatasi krisis iklim dengan:


  1. Memberikan pernyataan di forum ini bahwa Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050 atau bahkan 2045 sebagai cara memperingati sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Bapak Presiden yang baik, kita sudah berada di titik kritis dan target National Determined Contribution (NDC) kita saat ini masih akan membawa suhu bumi di 3-4˚ C. Sebagai negara tropis dan kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap ancaman krisis iklim. Hal ini tentunya akan berdampak pada risiko investasi dan juga kesejahteraan masyarakat. Kami percaya komitmen penurunan emisi yang lebih ambisius dan selaras dengan Perjanjian Paris dari kepemimpinan Bapak akan membuka lebih banyak peluang investasi dengan negara-negara G-7 ataupun negara lainnya yang hadir dalam forum tersebut mengingat posisi kontribusi kita yang sangat strategis terhadap pencegahan krisis iklim.
  2. Menegaskan bahwa Indonesia akan mempercepat proses transisi energi ke arah energi terbarukan. Bapak Presiden yang baik, kami percaya forum ini juga merupakan momen yang tepat untuk menyatakan bahwa Indonesia tidak ketinggalan tren sistem energi global - bahwa Indonesia akan mempercepat proses transisi energi ke arah energi terbarukan. Oleh karena itu, Indonesia harus segera melakukan moratorium PLTU Batubara baru yang berada pada rencana pembangunan sehingga tercipta ruang bagi energi terbarukan untuk berkembang di Indonesia. Pada saat yang bersamaan, perubahan ini juga akan membantu Indonesia sehubungan dengan adanya kesepakatan antara AS dan Cina yang akan menyediakan dana hijau untuk membantu negara berkembang melakukan transisi energi. Dengan berbenah dalam sektor Environmental, Social, and Good Governance (ESG) maupun NDC, niscaya Indonesia akan menjadi pilihan utama penerima pendanaan dari skema kerja sama tersebut. 
  3. Memastikan agar Indonesia tidak terjebak dalam solusi turunan energi fosil. Bapak Presiden, kami sangat khawatir mengenai kebijakan “energi baru”, seperti nuklir, batubara tergaskan, dan batubara tercairkan yang sejatinya hanya merupakan solusi semu karena sumber tersebut akan habis sebelum Indonesia mencapai umur 100 atau 150 tahun. Kesemuan energi “baru” tersebut juga hanya mengalihkan Indonesia dari pengembangan energi terbarukan dalam pemenuhan komitmen iklim sekaligus penguatan ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi dampak krisis iklim. Untuk mengundang investasi yang benar-benar membangun bangsa, dalam forum ini Bapak harus menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memberikan ruang sepenuhnya bagi energi terbarukan serta dalam melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit, sertifikasi berkelanjutan, dan memastikan moratorium sawit benar-benar dijalankan dan diteruskan. 
  4. Mengundang investasi global yang lebih keberlanjutan. Hal ini tentunya merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ambisi iklimnya sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rendah karbon dunia. Oleh karena itu, kami mohon kepada Bapak Presiden untuk menggunakan kesempatan yang diberikan dalam forum ini sebaik-baiknya untuk mengundang investasi hijau ke Indonesia. Selain itu, forum ini juga kesempatan baik bagi Indonesia untuk menagih komitmen para investor yang berinvestasi di Indonesia agar mampu menggunakan sumber energi yang berasal dari 100% energi terbarukan untuk proses produksinya. Agar Indonesia lebih menarik bagi para investor berkelanjutan, Indonesia perlu menerapkan skema-skema disinsentif yang jelas dan konkrit terhadap pengembangan energi fosil, baik pada sektor pembangkitan listrik, transportasi, maupun industri, untuk menciptakan iklim usaha yang baik bagi energi terbarukan. 
  5. Menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mengurangi deforestasi melalui perlindungan hutan alam secara menyeluruh. Bapak Presiden, sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang berjuang bersama Bapak dalam upaya menjaga hutan Indonesia, kami melihat bahwa komitmen di atas harus terus berlanjut pada tataran perubahan kebijakan. Penurunan angka deforestasi harus dipertahankan melalui penyelamatan hutan primer dan gambut - salah satunya dengan mengeluarkan kedua tutupan lahan tersebut dari wilayah perizinan dan memperkuat status perlindungannya melalui sebuah Peraturan Presiden. Langkah nyata ini penting untuk meningkatkan komitmen dari yang sebelumnya berbentuk moratorium izin hutan dan gambut menjadi produk hukum yang lebih kuat. Indonesia akan dapat tampil sebagai pemimpin Solusi Berbasis Alam (Nature-Based Solutions) apabila pemerintahan Bapak berkomitmen melindungi hutan alam tersisa secara menyeluruh - baik hutan alam primer maupun sekunder. Penyelamatan hutan alam yang berada di dalam konsesi kehutanan maupun perkebunan melalui inovasi kebijakan dan insentif REDD+ juga menjadi hal yang perlu dilakukan. Tidak kalah penting, Indonesia harus menjaga luas hutan mangrove tersisa dan meningkatkan rehabilitasi kawasan lindung mangrove sebagai solusi dalam mengurangi kerentanan masyarakat pesisir atas dampak krisis iklim.
  6. Menegaskan komitmen Indonesia untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut. Bapak Presiden yang terhormat, kami percaya bahwa rakyat Indonesia akan dapat terhindar dari bahaya kesehatan dan kerugian ekonomi yang sangat besar akibat kebakaran hutan dan lahan jika Bapak berkomitmen untuk melindungi dan merehabilitasi semua kawasan hidrologis gambut, melakukan penguatan kebijakan yang melindungi gambut, serta meningkatkan keseriusan penegakan hukum pada kejadian kebakaran hutan dan lahan secara transparan. 
  7. Memperhatikan masyarakat adat dan lokal yang mengelola sumber daya alam sebagai pemangku kepentingan kunci dalam pencapaian komitmen iklim Indonesia. Bapak Presiden yang kami hormati, saat ini masyarakat adat dan lokal masih menghadapi ketidakpastian tenurial yang tinggi meskipun pemerintah Indonesia telah menerapkan inisiatif kebijakan untuk memenuhi hak-hak mereka seperti perhutanan sosial. Mempercepat pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat akan membantu Indonesia memenuhi bukan hanya amanat konstitusi untuk melindungi keamanan dan kehidupan rakyat Indonesia, tetapi juga kewajiban internasionalnya, termasuk Persetujuan Paris yang memandatkan perlindungan masyarakat adat.
  8. Membentuk Dewan Anak Muda di tingkat nasional sebagai wadah penyaluran untuk menyatukan gerakan anak muda dari lintas komunitas dan wilayah untuk menyalurkan aspirasi generasi muda dalam merencanakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Menyambut bonus demografi, Indonesia memiliki peluang dan sumber daya manusia yang besar dari lingkup akademisi, startup, entrepreneur, komunitas dan gerakan yang diinisiasi oleh anak muda untuk dilibatkan dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan untuk Indonesia.


Bapak Presiden yang baik, demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan juga keluarga yang Bapak cintai, yang sama-sama dihadapkan pada ancaman krisis iklim. Besar harapan kami Bapak Presiden mau menerima masukan yang disampaikan dalam surat ini. Kami percaya pembangunan berkelanjutan Indonesia membutuhkan komitmen dan kerjasama semua pihak.


Hormat kami,


Silahkan download file yang berkaitan dibawah ini:

 Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo