Pesan Masyarakat Sipil Peduli Krisis Iklim untuk Indonesia Menuju COP26

Menuju Visi Indonesia Emas 2045 dengan Ekonomi Hijau yang Inklusif, Berbasis Keadilan, Berorientasi pada Pertumbuhan Kesejahteraan, dan Responsif Terhadap Krisis Iklim.

Indonesia pada tahun 2045 adalah Indonesia yang kokoh, kompetitif, dan sejahtera. Tempat bagi Warga Negara Indonesia mendapatkan akses yang adil dan merata melalui pembangunan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Indonesia yang stabil sehingga menarik bagi investor, lapangan kerja yang banyak dan beragam, serta infrastruktur yang megah dan aman serta berkelanjutan. 


Visi ini akan terlaksana apabila kita bisa keluar dari krisis iklim yang lebih menakutkan bagi peradaban manusia dari Pandemi COVID-19 saat ini, dengan dampak yang semakin besar pada tahun 2045 tersebut. Dampak ini tidak hanya mempengaruhi kestabilan ekonomi dan sosial, tapi bahkan menimbulkan bencana berkepanjangan dan kian menurunkan kesempatan Warga Negara Indonesia menikmati penghidupan yang layak dan berkelanjutan. 


Saat ini, kita sedang berada di titik kritis. Kita perlu segera bertransformasi menuju masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan Indonesia 2045 yang tangguh, berkeadilan, dan kompetitif, perlu dibangun kebijakan-kebijakan yang transformatif, menyeluruh, lintas-sektoral, saling terhubung, dan konsisten, untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:


BACA JUGA: Surat Terbuka Masyarakat Sipil Peduli Krisis Iklim untuk Presiden Menuju COP26


1. Pembangunan ekonomi yang hijau, berkeadilan, inklusif, berorientasi pada pertumbuhan kesejahteraan, dan responsif terhadap krisis iklim melalui pemenuhan ambisi untuk mencapai Net Zero Emission lebih cepat dari 2060 dapat terlaksana dengan peta jalan yang jelas dan terukur.


2.  Peralihan segera dari sumber energi berbasis fosil, seperti batubara dan turunannya, menuju energi terbarukan, dengan kebijakan transisi energi yang inklusif, terdesentralisasi, terukur, dan berkeadilan. 


3. Perlindungan menyeluruh ekosistem alam, termasuk menghentikan alih guna lahan yang tidak selaras dengan aspirasi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission lebih cepat dari 2060. 


4. Pengelolaan sampah menyeluruh, mulai dari pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.


5. Indonesia sebagai negara tujuan investasi hijau yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan memperbesar insentif aliran pendanaan hijau dan disinsentif pendanaan kotor. 


Dapatkan dokumen Pesan Masyarakat Sipil Peduli Krisis Iklim untuk Indonesia Menuju COP26 di tautan berikut ini.