The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
The year 2025 did not start from scratch. Instead, it arrived with a burden that
Tahun 2025 tidak dimulai dari titik nol. Namun hadir dengan beban yang sudah menumpuk sejak
Belem-15 November 2025 – Pendanaan iklim dari negara-negara maju harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh
Target penurunan emisi Indonesia, dalam dokumen komitmen SNDC, masih sangat kurang alias “critically insufficient” JAKARTA,
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your leadership in addressing the urgent
“Kegagalan menjaga kenaikan suhu global di bawah +1,5°C merupakan kegagalan moral dan kelalaian yang fatal,”
Excellencies, We extend our respectful greetings and appreciation for your
Dalam rangka memaksimalkan pengaruh suara kolektif masyarakat sipil Indonesia di
Hutan kita nomor tiga terbesar di dunia, tapi apakah suara
Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB (UNGA) pada
📢 UNDANGAN DISKUSI DUA MINGGUAN JustCOP – CELIOS – LaporIklim
Koalisi Aktivis Keberlanjutan Indonesia untuk Keadilan dan Perdamaian Pernyataan –