Tujuan
Untuk memastikan bahwa transisi energi Indonesia tidak menciptakan ketidakadilan sosial dan ekologis yang baru dengan cara melindungi hutan alam dan lahan gambut yang tersisa, memperkuat peran masyarakat, dan mengoreksi bias kebijakan energi nasional terhadap proyek-proyek berskala besar yang didorong oleh ekspansi.
Di mana
Indonesia (Lokal)
Why
Dalam praktiknya, transisi energi di Indonesia sering kali dibingkai secara sempit hanya sebatas peralihan teknis sumber energi, tanpa menyentuh struktur tata kelola dan relasi kuasa yang membentuknya. Agenda transisi energi kerap diimplementasikan melalui pendekatan terpusat, proyek berskala besar, dan ekspansi berbasis lahan, yang meningkatkan risiko deforestasi, degradasi lahan gambut, serta marjinalisasi komunitas lokal. Alih-alih memberikan tanggapan yang adil terhadap krisis iklim, pendekatan semacam itu justru berisiko mereproduksi ketimpangan sosial dan ekologis yang telah lama terjadi di bawah narasi "hijau" yang baru. Hal ini menegaskan pentingnya intervensi korektif guna memastikan bahwa transisi energi sejalan dengan perlindungan hutan dan lahan gambut serta hak-hak masyarakat.
How
Melakukan intervensi dan mengoreksi kebijakan transisi energi yang berisiko mendorong deforestasi, konversi lahan, dan ekspansi skala besar.
Menghasilkan bukti dan pengetahuan kritis untuk menantang asumsi keliru dalam narasi transisi energi nasional yang dominan.
Memajukan jalur transisi energi berbasis masyarakat yang non-ekspansif dan kompatibel dengan perlindungan hutan serta lahan gambut.











