PUBLIKASI

Wawasan Berbasis Bukti
untuk Aksi Iklim.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

a man standing in front of a large amount of books

Dokumen Indonesia:

Penulis

ART Indonesia–AS: Perjanjian yang Belum Sah, Tapi Sudah Melukai

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang belum diratifikasi dinilai mengancam komitmen iklim nasional serta transisi energi jangka panjang Indonesia. Meskipun kesepakatan ini ditargetkan untuk menurunkan tarif ekspor komoditas utama seperti kopi, sawit, dan kakao, dokumen lengkap ART menunjukkan struktur yang sangat tidak seimbang dengan 217 kewajiban bagi Indonesia dan hanya enam kewajiban bagi AS. Perjanjian ini dinilai mengunci Indonesia pada ketergantungan energi fosil melalui komitmen pembelian minyak mentah, LPG, dan bensin dari AS senilai USD 15 miliar, serta kewajiban berinvestasi dalam membangun infrastruktur ekspor batu bara AS ke pasar global.

Di sisi lain, kesepakatan ini mendorong degradasi lingkungan di bawah narasi "energi hijau" melalui target pencampuran bioetanol wajib tanpa adanya syarat keberlanjutan atau perlindungan bagi ekosistem kaya karbon. Untuk mengejar target kapasitas produksi, ekspansi perkebunan skala besar kini menyasar kawasan hutan alami di Merauke, Papua, yang telah membuka lebih dari 22.000 hektar ekosistem dalam waktu 18 bulan saja. Jika proyek ini berjalan sepenuhnya, emisi dari pembukaan lahan tersebut diperkirakan mencapai 315 juta ton CO2, yang secara langsung akan menggagalkan target penurunan emisi sektor kehutanan (FOLU Net Sink) Indonesia pada tahun 2030.