
Dokumen Indonesia:
Ekspansi Tanpa Refleksi: Kritik terhadap Kebijakan Pembukaan Lahan 20 Juta Hektar
Rencana pembukaan lahan seluas 20 juta hektar tidak didasarkan pada penilaian daya dukung ekologis dan sosial. Wilayah perkebunan kelapa sawit nasional sudah mendekati ambang batasnya, dan ekspansi lebih lanjut berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada hutan dan keanekaragaman hayati sekaligus mempercepat krisis iklim.
Proyek food estate dan food energy cenderung mereplikasi pola kegagalan dari era sebelumnya. Mulai dari Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG), MIFEE, hingga program food estate era Jokowi, inisiatif-inisiatif ini telah gagal baik secara agronomis maupun sosial. Pemerintah telah mengabaikan evaluasi kritis dan terus mengandalkan pendekatan usang yang telah terbukti bermasalah.
Ekspansi lahan tidak menjawab akar penyebab tantangan pangan dan energi di Indonesia, yaitu sistem pangan dan energi yang tersentralisasi dan tidak merata. Sebaliknya, ekspansi justru menutup peluang untuk meningkatkan logistik, distribusi, serta partisipasi masyarakat dalam membangun sistem produksi yang adil dan beragam.



