
Dokumen Indonesia:
Pembaruan Bulanan Madani tentang Situasi Politik Indonesia Januari 2020
Pengembangan kelapa sawit tidak secara otomatis menurunkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Hanya dua dari lima kabupaten dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar (Ketapang, Sanggau, Sintang, Landak, dan Sekadau) yang memiliki angka kemiskinan di bawah rata-rata garis kemiskinan provinsi, yaitu Sanggau dan Bengkayang. Beberapa kabupaten dengan tingkat kemiskinan yang relatif rendah, seperti Sanggau dan Kubu Raya, mendapat manfaat dari komoditas non-kelapa sawit yang produktif serta faktor pendukung lainnya yang turut membantu mengurangi kemiskinan.
Meskipun Kalimantan Barat memiliki area perkebunan kelapa sawit terbesar ketiga secara nasional pada tahun 2018, produktivitasnya (2,35 ton/ha) berada di peringkat ke-10 di antara sepuluh provinsi dengan area perkebunan terbesar. Perkebunan swasta mendominasi total area kelapa sawit, namun rata-rata produktivitasnya berfluktuasi, sementara perkebunan milik negara mencatat rata-rata produktivitas tertinggi meskipun memiliki luas lahan terkecil.
Terdapat keterkaitan yang jelas antara kelapa sawit dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sebagaimana dibuktikan oleh titik panas kebakaran yang berada di dalam area konsesi (HGU) dan dalam radius 10 kilometer dari pabrik kelapa sawit (PKS). Dari 32 desa di dekat area konsesi kelapa sawit dengan jumlah titik panas tertinggi, hanya satu desa yang masuk dalam daftar prioritas patroli Manggala Agni. Upaya kolaboratif multi-pihak sangat penting untuk mewujudkan desa yang tangguh terhadap kebakaran, termasuk memprioritaskan 31 desa lainnya untuk pengembangan Desa Peduli Api.



