PUBLIKASI

Wawasan Berbasis Bukti
untuk Aksi Iklim.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

a man standing in front of a large amount of books

Dokumen Indonesia:

Strategi Keterlibatan Pemangku Kepentingan untuk Mempercepat Pengembangan Komoditas Berkelanjutan di Kabupaten Sintang

Sebuah studi pendahuluan yang dilakukan di lima kabupaten anggota LTKL mengidentifikasi Kabupaten Sintang sebagai wilayah potensial untuk intervensi awal dalam komoditas perkebunan berkelanjutan. Potensi ini didukung oleh karakteristik geografisnya, dengan medan berbukit yang mencakup 62,74% dari wilayah tersebut, serta keberadaan lima komoditas utama: kelapa sawit, karet, lada, kopi, dan kakao. Penggunaan lahan sebagian besar didominasi oleh perkebunan kelapa sawit dan karet. Meskipun memiliki potensi tersebut, pengembangannya belum optimal karena tiga tantangan utama: peralihan penggunaan lahan dari tanaman pangan ke komoditas perkebunan, rendahnya efisiensi dalam sistem produksi pertanian dan perkebunan, serta terbatasnya infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Menanggapi tantangan-tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Sintang telah menginisiasi Program Komoditas Berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas untuk mewujudkan visi kabupaten berkelanjutan. Program ini saat ini berada dalam fase perencanaan dan persiapan, yang mencakup integrasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penguatan jaringan kemitraan, dan pengembangan basis data pendukung. Studi ini dilakukan untuk merancang strategi pelibatan pemangku kepentingan guna memastikan implementasi program terarah dengan baik dan efektif.

Temuan menunjukkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dengan tingkat kepentingan dan pengaruh sedang hingga tinggi, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam program ini. Berdasarkan peran masing-masing, tiga strategi pelibatan utama dirumuskan: kolaborasi, konsultasi, dan penyediaan informasi. Secara keseluruhan, studi ini merekomendasikan penguatan komunikasi antar-pemangku kepentingan, percepatan integrasi kebijakan dan perencanaan, serta pembentukan kelompok kerja khusus sebagai prasyarat utama keberhasilan implementasi Program Komoditas Berkelanjutan di Kabupaten Sintang.