PUBLIKASI

Wawasan Berbasis Bukti
untuk Aksi Iklim.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

Access research reports, policy briefs, and data-driven resources that support transparent, fair, and sustainable climate decision-making in Indonesia.

a man standing in front of a large amount of books

Dokumen Indonesia:

Memahami Arti FREL Tingkat Subnasional bagi Hutan Tingkat Subnasional

Laporan pembaruan ini menginterpretasikan alokasi subnasional (provinsi) dari Tingkat Emisi Rujukan Kehutanan (FREL) untuk deforestasi dan degradasi hutan, yang berfungsi sebagai tolok ukur bagi kinerja REDD+ Indonesia hingga akhir tahun 2020. Alokasi FREL dihitung menggunakan "Indeks Stok-Aliran" (Stock-Flow Index), dengan mempertimbangkan tingkat emisi historis dan sisa simpanan karbon hutan, yang menghasilkan FREL rendah untuk provinsi-provinsi dengan emisi historis yang tinggi dan simpanan karbon yang rendah. FREL subnasional ini menunjukkan tingkat deforestasi dan degradasi maksimum yang diperbolehkan di suatu provinsi untuk memperoleh insentif REDD+ dari tingkat nasional.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa tingkat deforestasi nasional maksimum berdasarkan alokasi FREL masih melampaui target deforestasi sebesar 450.000 hektar per tahun hingga tahun 2020 yang disebutkan dalam dokumen NDC. Untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, alokasi FREL menetapkan batas emisi hingga tahun 2020 yang, untuk Papua, lebih tinggi daripada deforestasi historis periode 2001-2016, namun untuk Papua Barat, lebih rendah daripada deforestasi historis pada periode yang sama. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengklarifikasi angka-angka FREL beserta implikasinya kepada pemerintah daerah, dan agar rencana pembangunan daerah disesuaikan untuk memenuhi target NDC.