
Dokumen Indonesia:
Pembaruan tentang Deforestasi dan PIPPIB
Edisi MADANI'S UPDATE Mei 2020 menyajikan pembaruan kebijakan tentang kehutanan dan perubahan iklim di Indonesia. Laju deforestasi neto Indonesia pada tahun 2018-2019 mencapai 462,4 ribu hektare, yang mana masih di atas ambang batas Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (NDC) Indonesia untuk periode tersebut (di bawah 450 ribu hektare per tahun). Deforestasi tertinggi terjadi di hutan alam yang diklasifikasikan sebagai "hutan sekunder". Secara kumulatif (2003-2018), deforestasi tertinggi terjadi pada izin hutan tanaman industri dan izin/konsesi perkebunan kelapa sawit.
Kebakaran hutan pada tahun 2019 menghanguskan 1,6 juta hektare lahan, 44% di antaranya berada di Ekosistem Gambut, dan insiden kebakaran terbesar terjadi di konsesi perkebunan kelapa sawit. Realisasi perhutanan sosial per 2 Mei 2020 mencapai 4.105.268,03 hektare. Terkait pembaruan NDC tahun 2020, Indonesia tidak meningkatkan target ambisi mitigasinya (tetap pada kisaran 29%-41% dari Business as Usual (BAU)), namun meningkatkan kejelasan dalam ambisi mitigasi dan adaptasi, yang menuai kritik dari masyarakat sipil karena dinilai kurang ambisius dan memiliki proses penyusunan yang kurang inklusif



